
Jakarta, 20 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya penggunaan smartphone dan media sosial di kalangan remaja, Program Studi Bisnis Digital Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas Binawan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa seminar literasi digital bertajuk “Efek Gadget dan Bijak Menggunakannya” di MAN 2 Jakarta Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa kelas X dan XI MAN 2 Jakarta Timur yang antusias mengikuti pembahasan mengenai dampak penggunaan gadget, kesehatan digital, media sosial, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pendidikan dan pengembangan karier di masa depan.
Seminar disampaikan oleh Muhammad Arif Abdul Hakim, S.SI., M.M.S.I, dosen sekaligus Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Binawan. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital angkatan 2025, yaitu Suryanah dan Khadijah, yang turut mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
Remaja dan Gadget: Tidak Bisa Dipisahkan, Tetapi Harus Dikelola
Dalam sesi pemaparan materi, Arif menjelaskan bahwa gadget telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda saat ini. Mulai dari berkomunikasi, mencari informasi, mengakses media sosial, hingga belajar, hampir seluruh aktivitas dilakukan melalui perangkat digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi sebenarnya membawa banyak manfaat apabila digunakan dengan tepat. Smartphone dapat menjadi sarana belajar yang efektif, membuka akses terhadap berbagai sumber pengetahuan, serta membantu siswa mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Namun demikian, penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat menimbulkan berbagai risiko.
“Banyak siswa yang tidak menyadari bahwa penggunaan gadget secara berlebihan dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi belajar, kesehatan mental, hingga hubungan sosial dengan lingkungan sekitar,” jelasnya di hadapan peserta seminar.
Melalui berbagai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja, peserta diajak memahami fenomena yang saat ini banyak terjadi, seperti kecanduan media sosial, kebiasaan scrolling tanpa batas (infinite scrolling), Fear of Missing Out (FOMO), serta kecenderungan sulit fokus akibat notifikasi yang terus-menerus muncul.
Pentingnya Digital Wellbeing bagi Generasi Muda
Salah satu topik yang menjadi perhatian peserta adalah konsep digital wellbeing atau kesehatan digital. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas di dunia nyata.
Selain itu, siswa juga mendapatkan berbagai tips praktis untuk mengelola penggunaan gadget secara lebih sehat, antara lain:
- Mengatur screen time harian.
- Mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur.
- Memanfaatkan fitur Digital Wellbeing pada smartphone.
- Menghindari penggunaan gadget saat belajar.
- Memilih konten yang edukatif dan bermanfaat.
Materi ini mendapat respons positif karena banyak peserta merasa memiliki pengalaman yang serupa dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenalkan Peluang Karier di Era Digital
Tidak hanya membahas dampak gadget, seminar ini juga memberikan wawasan mengenai perkembangan industri digital dan berbagai peluang profesi yang semakin dibutuhkan di masa depan.
Dalam pemaparannya, Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Binawan memperkenalkan sejumlah profesi yang saat ini berkembang pesat, seperti:
- Digital Marketing Specialist
- Content Creator
- UI/UX Designer
- Product Manager
- Data Analyst
- Artificial Intelligence (AI) Specialist
- Business Analyst
Peserta diajak untuk melihat bahwa gadget bukan hanya alat hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk belajar, berkarya, membangun portofolio, bahkan menciptakan peluang usaha dan karier sejak usia muda.
“Generasi muda saat ini memiliki akses teknologi yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Tantangannya bukan lagi bagaimana mendapatkan informasi, tetapi bagaimana memanfaatkan informasi dan teknologi tersebut untuk menciptakan nilai serta masa depan yang lebih baik,” ungkap Arif.
Antusiasme Tinggi dari Peserta
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai kebiasaan mereka dalam menggunakan media sosial dan gadget sehari-hari.
Berbagai pertanyaan yang muncul menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap isu penggunaan teknologi, mulai dari cara mengurangi kecanduan media sosial, menjaga fokus saat belajar, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses pembelajaran.
Kehadiran mahasiswa Bisnis Digital Universitas Binawan, Suryanah dan Khadijah, juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Selain membantu pelaksanaan acara, keduanya turut berbagi pengalaman sebagai mahasiswa yang belajar dan berkembang di bidang bisnis dan teknologi digital.
Komitmen Universitas Binawan dalam Meningkatkan Literasi Digital
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Melalui berbagai program edukasi dan literasi digital, Program Studi Bisnis Digital Universitas Binawan berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui seminar ini, diharapkan siswa MAN 2 Jakarta Timur dapat lebih memahami dampak penggunaan gadget, meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan digital, serta memanfaatkan teknologi secara lebih bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital, kemampuan menggunakan teknologi secara cerdas tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan penting bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan.