Digital Business Binawan University | Bisnis Digital Universitas Binawan

Sound of Silence Raih People’s Favorite di Indonesia Film Festival Australia, Prodi Bisnis Digital Sampaikan Apresiasi


Kabar membanggakan datang dari ajang Indonesia Film Festival Australia (IFFA) ke-20. Film pendek “Sound of Silence (Suara Sunyi)” yang disutradarai oleh Gavrila Angelina dan Barmastya Bhumi Brawijaya berhasil meraih penghargaan People’s Favorite dalam kompetisi 20th IFF Short Film Competition.

Pengumuman pemenang disampaikan secara resmi melalui akun Instagram @iffaustralia, yang menampilkan para pemenang dalam berbagai kategori pada tema tahun ini, “PERIPETEIA: Shift in Sight.” Tema tersebut menyoroti perubahan sudut pandang serta dinamika cerita yang mampu menghadirkan perspektif baru melalui karya film pendek.

Dalam kompetisi tersebut, beberapa penghargaan utama yang diumumkan antara lain:

  • Best Cinematography diraih oleh Taruh Nyawa, disutradarai oleh Lucky Jae
  • Best Plot diraih oleh Tumbuhlah! (Bloom, Money Bloom), disutradarai oleh Magung Budiman
  • People’s Favorite diraih oleh Sound of Silence, disutradarai oleh Gavrila Angelina dan Barmastya Bhumi Brawijaya

Panitia festival juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemenang yang telah menghadirkan cerita dan perspektif kuat dalam perhelatan festival film ke-20 tersebut.

Bagi Program Studi Bisnis Digital Universitas Binawan, pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri. Sebelumnya, Prodi Bisnis Digital telah menyampaikan dukungan terhadap karya ini karena dalam proses produksinya turut melibatkan mahasiswa Angkatan 2022, yaitu Rizki Umar Ibnu Sugeng, Mahendra Bintang Eka Putra, dan Arifa Rosyida Ikbar, yang berkontribusi membantu tim Studio Tabula dalam proses produksi film tersebut.

Keberhasilan film Sound of Silence meraih penghargaan People’s Favorite menunjukkan bahwa karya yang dihasilkan mampu menyentuh audiens luas serta mendapatkan dukungan besar dari publik. Film ini mengangkat refleksi kehidupan modern di tengah dunia digital yang serba cepat, di mana manusia sering kali terjebak dalam rutinitas layar dan teknologi hingga kehilangan kesadaran terhadap realitas di sekitarnya.

Melalui narasi yang sederhana namun kuat, film ini mengajak penonton untuk kembali menyadari makna keheningan, kehadiran, serta hubungan manusia dengan dunia nyata di tengah dominasi ruang digital.

Program Studi Bisnis Digital Universitas Binawan menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Studio Tabula, Gavrila Angelina, Barmastya Bhumi Brawijaya, serta seluruh tim kreatif atas pencapaian ini. Prestasi tersebut tidak hanya membanggakan bagi komunitas kreatif, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam industri kreatif digital.

Ke depan, Prodi Bisnis Digital Universitas Binawan berharap semakin banyak kolaborasi kreatif yang lahir dari sinergi antara dunia akademik dan industri kreatif, sehingga mampu melahirkan karya-karya yang relevan, inovatif, serta berdaya saing di tingkat global.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *